Home » Life Style » Diet gluten justru menambah berat badan
Diet gluten justru menambah berat badan

Diet gluten justru menambah berat badan

Beberapa tahun terakhir, tren diet bebas gluten mewabah. Terutama bagi orang barat yang kerap mengonsumsi makanan berbahan dasar gluten seperti roti dan kue sebagai asupan penting harian, juga bagi penderita penyakit celiac yang wajib menghindari gluten.

Gluten sendiri merupakan senyawa protein yang secara alami terkandung dalam hampir semua jenis serealia atau biji-bijian. Itulah sebabnya, diet bebas gluten diyakini bisa menurunkan berat badan. Padahal boleh jadi itu hanyalah mitos.

Berat badan yang turun setelah diet gluten terjadi seiring munculnya kesadaran orang untuk hidup lebih sehat. Misalnya dengan memilih makanan yang bukan kemasan atau melalui pemrosesan, yang kalorinya lebih rendah. Justru, gluten sering jadi penyebab utama masalah pencernaan, autoimun, berat badan, perubahan suasana hati, dan kendala neurologis.

Karena itu sebaiknya Anda lebih memerhatikan makanan kemasan yang Anda beli. Sering kali yang terjadi adalah, mereka menghilangkan gluten namun menggantinya dengan kandungan yang tidak lebih baik untuk mencapai rasa yang pas, dan memenuhi target penjualan.

Jika kandungan dibaca saksama, Anda mungkin akan menemukan bahwa produk lebih tinggi gula, tepung (yang dikonversi ke gula), juga mengandung lemak yang memicu peradangan seperti minyak sayur, sehingga kesehatan pun terganggu, dan penurunan berat badan jadi sia-sia.

Penting diketahui, label bebas gluten dengan tambahan gula dan lemak minyak trans pada makanan bisa meningkatkan kadar gula darah dan berkontribusi terhadap peradangan, yang memicu sejumlah penyakit termasuk obesitas.

Jadi, bagaimana menerapkan diet bebas gluten dengan cara yang sehat?

Jangan konsumsi makanan ‘palsu’ macam roti dan kue karena yang alami lebih sehat. Avokad, almond, dan brokoli merupakan menu diet alami gluten terbaik. Begitu kata dokter keluarga Dr. Mark Hyman dalam Mindbodygreen. Tak hanya itu, Dr. Hyman juga berbagi strategi lain untuk mendapat diet bebas gluten yang sehat seperti berikut:

Masak di rumah

Daripada membeli produk siap pakai, memasak sendiri jauh lebih sehat. Anda tahu bahan apa saja yang digunakan. Sehat atau berbahaya, semuanya bisa terkontrol.

Batasi membeli

Sadarkah Anda, selama ini kita dicuci otak bahwa memasak sendiri buang waktu, dan kerap buang uang juga. Alhasil, produk makanan ‘sehat’ atau ‘alami’ yang harganya cenderung lebih mahal–tapi terasa lebih murah karena klaim sehat tadi–jadi pilihan.

Padahal klaim tersebut tak selalu benar. Yang ada, kesehatan dan keuangan malah luput dari perhatian. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa makan makanan nyata tidak harus lebih mahal atau memakan waktu.

Jangan terbuai trik industri makanan

Selalu waspada klaim kesehatan pada label produk makanan apa pun. Baca kandungan makanan dengan seksama disarankan. Terutama di bagian belakang kemasan, walaupun bagian depannya berhasil merayu Anda. Untuk mempermudah, kembalikan produk pada tempatnya jika:

  • Kandungan makanan sebenarnya terletak di bagian bawah atau akhir daftar. Sebab, bahan yang paling banyak terdaftar pertama.
  • Ada gula–atau menggunakan nama lain gula–juga bahan yang tidak Anda kenal berada di atas daftar.
  • Kesulitan mengucapkan kandungan yang tertera di label.

Hindari produk kemasan berlabel bebas gluten

Untuk sehat, saran ini layak dicoba. Sebelum membeli dan memilah produk kemasan, tanyakan pada diri sendiri apakah tujuan sehat Anda. Sebab, makan diet seimbang berarti mengonsumsi makanan nyata, yang tidak diolah.

Dengan menerapkan strategi di atas, Anda tetap bisa menjalankan diet gluten yang sehat, sekaligus menjaga tujuan menurunkan berat badan secara optimal juga.