Home » Hijaber » Fenomena Jilboobs Dianggap Seram
Fenomena Jilboobs Dianggap Seram

Fenomena Jilboobs Dianggap Seram

Fenomena jilboobs (jilbab boobs) kini sedang hangat diperbincangkan. Jilboobs seolah menjadi sebutan baru untuk para wanita berhijab yang masih mengenakan pakaian ketat. Sebutan jilboobs tersebut muncul karena beberapa wanita berhijab masih mengenakan atasan ketat sehingga menonjolkan bagian dada.

Menurut desainer busana muslim, Monika Jufry, masih ada sebagian hijabers yang mengenakan busana ketat dan kerudung pendek sehingga dikategorikan sebagai jilboobs. Jilboobs juga dianggap seram karena tidak hanya memperlihatkan bagian dada tapi juga lekuk tubuh.

“Seram juga sih ya melihat fotonya. Jilboobs itu aduh benar-benar deh, pakai legging terus atasannya ketat banget, seperti pakai baju mau nyelam. Kalau dilihat fenomena jilboobs ini ya dia berpakaian ketat seperti itu aku tidak setuju ya karena banyak juga yang pakai legging,” tutur wanita yang sudah 16 tahun menjadi desainer busana muslim itu kepada Wolipop, Kamis (7/6/2014).

Monika menambahkan, setiap wanita memang butuh proses saat baru berhijab. Namun bukan berarti masih berpakaian ketat dan memperlihatkan bentuk tubuh. Ketika sudah berhijab maka wanita harus ikhlas dan tahu tata cara berpakaian seorang muslimah.

Oleh karena itu, ‘masih tahap proses’ bukanlah sebuah alasan untuk berbusana ketat dan transparan ketika baru mengenakan hijab. Anda harus lebih memperhatikan busana yang akan dipakai sebelum berpergian. Ingat pula bahwa hijab juga berguna untuk melindungi wanita dari ‘mata nakal’ pria lain yang bukan muhrim.

“Sebaiknya kalau sudah berhijab itu sudah tahu konsekuensinya seperti apa, mungkin perubahannya nggak bisa drastis tapi tahulah batasnya. Kalau kita melihat orang nggak berhijab pakai bajunya seperti itu (ketat) orang masih bilang seksi banget, kalau sudah berhijab kan hal itu harus dihindari,” tandas wanita lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti dan Sekolah Mode Susan Budihardjo itu.

Salah satu pendiri Hijabersmom Community itu kemudian memberikan saran agar sebutan tersebut tidak dilontarkan kepada Anda. Ia menyarankan untuk mengenakan kerudung panjang hingga menutupi dada terutama bagi yang memiliki payudara besar agar tersamarkan.

Jika ingin mengenakan jilbab pendek atau ingin mengkreasikan gaya hijab turban, Anda bisa memakai atasan berukuran besar seperti sweater, batwing, atau oversized blouse. Penambahan outerwear misalnya oversized cardigan, cropped jacket, atau bolero juga bisa menjadi alternatif lain saat ingin tampil stylish tanpa harus berpakaian ketat.

Begitu pula pemilihan bawahannya. Monika dengan tegas mengatakan untuk menghindari menggunakan legging. Legging hanya boleh dipakai sebagai dalaman bukan luaran. Pilihlah celana yang tidak ketat seperti harem atau palazzo. Perhatikan pula bahannya agar tidak membentuk lipatan celana.

“Yang penting bentuk V kita nggak kelihatan, bisa disiasati dengan memakai blouse yang menutupi bagian pinggul. Itu titik yang penting harus diperhatikan kalau pakai celana dan ingat no legging ya, legging hanya dalaman saja,” ujar Monika di akhir perbincangan.

Sumber: Wolipop

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*