Cinta

Pelajaran Yang Didapat Ketika Putus Cinta

Hal penting yang harus diingat saat kita lagi patah hati adalah, fase ini nggak akan bertahan selamanya. Seiring berjalannya waktu, kita bakal mampu melalui perasaan-perasaan negatif yang menyesakkan dada. Selain itu, penting buat dipahami kalo perasaan-perasaan negatif itu hadir bukan untuk dilawan, tapi untuk dirasakan dan dipelajari. Dengan cara itulah kita bakal ikhlas dan nggak akan denial dengan perasaan kita sendiri. Nah, seenggaknya ada beberapa pelajaran yang pasti kita dapatkan dalam proses patah hati ini.

MEMBUKA MATA PADA KASIH SAYANG KELUARGA

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Kalo selama ini kita terlalu fokus buat membahagiakan pasangan, patah hati mungkin jadi waktu yang tepat buat membuka mata pada kasih sayang keluarga. Kasih sayang dari ayah, ibu, dan sodara kandung mungkin nggak bakal membuat kita dag-dig-dug-ser kayak yang kita dapet dari pasangan. Tapi, itu bukan berarti kita menganggap kasih sayang dari mereka sebagai sesuatu yang taken for granted, alias sesuatu yang udah seharusnya kita dapatkan. Coba deh diingat-ingat, perhatian yang kita dapet dari pacar sebenernya udah kita dapatkan selama ini dari keluarga, bukan? Dianter-jemput, dibeliin makanan, atau dirawat saat sakit, misalnya.

SADAR SIAPA SAHABAT YANG BENER-BENER SELALU ADA

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Saat pacaran, mungkin tanpa sadar kita mengesampingkan kehadiran sahabat-sahabat kita. Kalo ada apa-apa, kita bakal curhat atau konsul ke pacar kita terlebih dahulu. Soal nonton atau hang out, kita juga tanpa sadar bakal mengutamakan pergi sama pacar terlebih dahulu. Padahal, sebelum punya pacar, sahabatlah orang pertama yang kita cari. Sekarang, giliran kita sakit dan patah hati, kita balik lagi ke mereka, menjadikan mereka sebagai tempat curhat utama dan temen hang out nomor satu. Bukannya menolak dan berpikiran negatif ke kita, mereka malah tetep nerima dan membantu mengobati sakit hati kita. Nah, dari sinilah kita jadi sadar kalo kita selama ini juga udah menganggap kasih sayang sahabat sebagai sesuatu yang taken for granted.

DISADARKAN DARI HUBUNGAN YANG NGGAK SEHAT

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Kita mungkin bakal memakan waktu lama dalam melalui proses patah hati, terutama merasakan perasaan kecewa, sedih, dan menyesal. Tapi, di balik rasa kecewa dan menyesal yang kita rasakan, pahami kalo kita perlu bersyukur karena udah lepas dari hubungan yang sebenernya udah nggak sehat. Putusnya hubungan tentu didasarkan pada ketidakcocokan satu sama lain, dan tentu ketidakcocokannya bukan sesuatu yang minor semata. Kalo hubungan kita lanjutkan, besar kemungkinan kita dan pasangan bakal terus merasa hati-hati buat nggak menyakiti satu sama lain. Kehati-hatian yang dipaksakan bukan hal yang sehat dalam hubungan, sebab besar kemungkinan kita dan pasangan bakal nggak seterbuka dulu lagi.

BELAJAR MENIKMATI WAKTU SENDIRI

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Kalo selama ini tiap ada waktu luang selalu kita pake buat menghubungi pasangan, putus jadi waktu yang tepat buat kita belajar menikmati saat-saat sendiri. Inget, sendirian bukan berarti kesepian. Kalo selama berpacaran kita sering merasa kesepian tiap kali lagi sendiri, coba deh kita perbaiki mindset tentang ‘waktu sendiri’ alias me time. Manfaatkan waktu luang buat melakukan hal produktif sendirian kayak menulis, melukis, belajar musik, atau pun hal-hal yang konsumtif tapi membahagiakan diri kayak menonton film, series, atau baca komik dan novel. Kalo kita suka bepergian, waktu sendiri bisa kita manfaatkan buat jalan-jalan sendiri. Bepergian sendirian memungkinkan kita buat pergi ke tempat mana pun dan makan apa pun yang kita mau tanpa ada intervensi dari orang lain.

LEBIH MEMIKIRKAN DAN MEMAHAMI DIRI SENDIRI

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Selain belajar menikmati waktu sendiri, putus juga jadi waktu buat kita lebih memahami diri sendiri, baik secara intelektual maupun emosional. Secara intelektual, kita belajar memahami apa makna menjalin hubungan buat kita, apa yang sebenernya kita inginkan dalam suatu hubungan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perspektif kita terhadap sesuatu. Secara emosional, kita belajar memahami hal-hal apa yang membuat kita bahagia, kecewa, sedih, dan menyesal. Sehingga, kita juga jadi tahu gimana cara meminimalisasi efek negatif dari perasaan-perasaan itu. Di masa depan, kalo kita diterpa perasaan negatif serupa, kita pun jadi tahu gimana cara mengatasinya.

BERSYUKUR KARENA KITA MAMPU MENCINTAI ORANG LAIN

PUTUS-CINTA-MENGAJARKAN-KITA-6-HAL-INI

Sumber gambar: giphy.com

Di tengah perasaan kecewa dan menyesal, penting untuk garisbawahi kalo kita mesti bersyukur dengan kemampuan kita mencintai orang lain. Syukuri kalo ternyata kita bisa lho memperlakukan pasangan dengan baik, memperjuangkan hubungan, dan berusaha menjaga perasaan pasangan selama ini. Intinya, kita bisa mencurahkan rasa sayang kita sepenuh hati, sekalipun kepada orang yang salah. Mencintai orang yang salah aja kita udah sepenuh hati, gimana kalo kita mencintai orang yang tepat?

Tags
Show More

Related Articles

Close
Close