Home » Cinta » Tanda Dia Serius Atau Iseng?
Tanda Dia Serius Atau Iseng?

Tanda Dia Serius Atau Iseng?

Pada saat kamu kenalan dengan orang baru yang bertujuan kearah menjadi calon pasangan hidup (dalam dunia nyata maupun digital), kamu akan bertemu dengan berbagai keinginan yang berbeda-beda; ada yang hanya ingin berteman, ingin mengetes ‘pasar’, ataupun serius mencari pasangan. Penting bagi kamu untuk mengetahui maksud dan tujuan calon pasangan sebelum memulai berbagi perasaan cinta (jangan sampai kamu gondok karena ia memang hanya ingin ‘melihat-lihat’).

Untuk itu, saya bantu kamu menyiapkan amunisi anti galau di awal kenalan. Ada tiga tipe paling umum terjadi, yaitu:

Tipe A: Hanya ingin berteman. Jaga perasaan kamu untuk tidak terlalu terbawa

Tipe B: Mengetes pasar, ia belum serius cari pasangan. kamu harus paling hati-hati dengan tipe ini karena bisa saja ia cuma ‘mengetes ombak’ alias iseng.

Tipe C: Siap menjalin hubungan serius!

Mari kita analisa bersama, tipe manakah orang yang ngajak kamu kenalan?

Fase Halo Awal Kenalan

Tipe A & C: Mengenalkan diri secara wajar. Normalnya ia akan bertanya tentang biodata yang kamu tulis di profil kamu dan membuat percakapan mengalir.

Tipe B: Cenderung menjual diri dan melihat apakah kamu terpancing dengan deskripsi dirinya. Bisa saja membual, bisa saja benar adanya dirinya memang beruntung. Setelah ‘menjual diri’, ia akan mulai menggali tentang diri kamu. Hati-hati dengan tipe ini ya!

 

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Fase Teman Ngobrol

Tipe A: Pembicaraan kalian berjalan cukup seru walaupun seringkali ia membalas chat cukup lama.

Tipe B: Kemungkinan yang terjadi; Semakin lama kamu jadi sering memulai chat duluan & ritme ia membalas kadang sangat aktif, kadang seperlunya saja. Akibatnya kamu menjadi penasaran dan jadi ‘kangen’ kalau dia tidak hadir dalam kehidupan sehari-hari kamu. Perhatikan baik-baik topik-topik yang diangkat. Jangan terbuai dengan karismanya karena kadang kita suka rancu akan dibawa kearah yang tidak mau kamu tempuh. Contoh topik yang perlu kamu waspadai: Topik private yang terlalu detil, topik hubungan intim, topik pekerjaan yang menyerempet kearah finansial.

Tipe C: Pembicaraan kalian bergulir dengan pure dan intens. Ia mulai membuka diri, misalnya tentang pekerjaannya & kegiatan sehari-harinya dan kadar pemberian informasi seimbang antara kamu dan dia.

Fase Tatap Muka

Tipe A: Ia terlihat cukup santai dan percaya diri. Gaya bicaranya dengan kamu layaknya teman biasa. Ia pun tidak malu-malu untuk mengeluarkan sifat aslinya.

Tipe B: Ada yang aneh dengan pertemuan kalian, entah ia akan mengundurkan janji atau mungkin mengajak bertemu di tempat yang sepi. Cegahlah dengan santun dan minta untuk bertemu di keramaian agar lebih aman.

Tipe C: Ada sedikit kecanggungan dalam gerak-geriknya tanda ia ingin memberikan impresi baik. Ia pun cukup excited saat mengobrol dengan kamu (perhatikan badannya yang condong ke arahmu dan fokus pada diri kamu). Dengan tujuannya untuk mencari hubungan serius, kemungkinan yang terjadi cuma 2; Kalau tipe percaya diri, ia akan sebisa mungkin menebar pesona. Kalau tipe pemalu, kemungkinan besar gugup akan cukup terlihat dimata kamu. Yang bisa mengukur terima atau tidak gesturnya cuma kamu ya. Jadilah pengalisa yang pintar!

 

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Fase Paska Tatap Muka

Tipe A: Frekuensi chatting terasa berkurang walaupun ia tetap akan membalas jika kamu sapa. Belum ada pembahasan untuk kencan selanjutnya. Ini karena dia masih dalam proses meyakinkan diri.

Tipe B: Kalau gerak-gerik dia mulai malas-malasan membalas pesan, kamu siap-siap hati untuk transfer on ya jangan taruh banyak ekspektasi. Kalau justru semakin gencar, lihat seberapa ‘bersemangat’ pendekatannya ke kamu. Insting penting sekali kamu gunakan disini. Kalau sudah perasaan tidak enak seperti followers mengejar artis idolanya, siapkan benteng ya.

Tipe C: Kalian merasakan adanya chemistry sehingga kalian siap untuk kencan selanjutnya. Bisa jadi kamu juga akan dikenalkan ke lingkungannya. Sekali ini, ini sudah hati dan logika yang berbicara. Kalau kamu yakin, silahkan hilangkan keraguan dan mulai melangkah lebih jauh.

Mungkin dalam perjalanan perkenalan kamu dan calon pasangan kamu, bukan tidak mungkin terjadi perubahan keinginan (misalnya dari yang mencari teman jadi serius dengan kamu atau sebaliknya). Tetapi saran saya, kamu tetap harus tetap jeli membaca keinginan dari calon pasangan kamu tersebut. Jangan hanya karena kamu sudah suka kamu yakin bahwa ia pun pasti punya keinginan untuk serius (sehingga kamu mengabaikan tanda-tandanya).

Jika kamu kurang yakin, saya sarankan kamu untuk bertanya dengan orang terdekat kamu yang kamu ketahui paling bijak, paling tidak orang terdekat kamu itu adalah jaring terakhir apabila kamu ‘salah sasaran’.

Sekarang amunisi anti galau sudah saya serahkan pada kamu, Sekarang cobalah membidik dengan tepat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.